3 Jenis Batu Bata, Lengkap Dengan Fungsi dan Harganya
Batu bata, siapa yang tidak mengenalnya? Batu bata merupakan salah satu bahan bangunan yang sangat familiar dan sangat umum digunakan sebagai bahan konstruksi tembok, pagar, dan elemen rumah lain selain menggunakan kayu. Sebagian dari kita mungkin hanya mengetahui jika batu ini hanya terbuat dari tanah saja. Seiring dengan perkembangan teknologi, hari ini batu bata tidak hanya dibuat dengan menggunakan tanah liat saja, tetapi bisa dibuat dengan bahan-bahan lainnya.
Dibandingkan dengan bahan lainnya, batu bata terbukti lebih awet, kuat, murah dan lebih mudah didapatkan di pasaran. Inilah sebabnya mengapa banyak orang yang lebih memilih batu bata dibandingkan dengan material-material baru seperti gypsum atau bambu.
Sebelum memilihnya sebagai bahan utama untuk membangun hunian impian kamu, ada baiknya kamu ketahui dulu 5 jenis batu bata yang paling umum beserta fungsinya di bawah ini.
1. Batu Bata Merah
Jelas batu bata merah ini merupakan material bangunan yang sangat umum kita jumpai di Indonesia sejak zaman dahulu. Bata merah sudah menjadi bahan wajib dalam membangun rumah. Selain sudah teruji kekuatannya, jenis ini pun mudah ditemui di pasaran.
Batu bata merah dibuat dari tanah yang dicetak berbentuk balok persegi panjang dan dibakar dengan suhu tinggi sehingga menjadi benar-benar kering, mengeras dan memiliki warna yang kemerah-merahan. Tanah yang digunakan pun bukan sembarang tanah, bahan utama pembuatannya menggunakan tanah liat. Sehingga dalam proses pembuatannya, jenis batu dari tanah liat ini bisa saling menyatu saat dicetak.
Rumah yang dindingnya dibangun dari material batu bata merah akan terasa lebih nyaman dan sejuk, karena komponen didalamnya yang menyatu dan rapat. Selain rapat, jenis batu ini juga tahan lama dan kokoh sehingga jarang terjadi keretakan dinding. Bata merah juga tahan api, hal ini memberikan keamanan ekstra bagi penghuni rumah nantinya.
Namun, dari beberapa kelebihan di atas, terdapat pula kekurangannya. Untuk merekatkan batu bata merah satu sama lain, diperlukan bahan perekat yang cukup banyak. Alhasil, biaya dikeluarkan untuk perekatnya tentu tidak sedikit.
Selain itu, sulit untuk membuat pasangan batu yang rapi jika menggunakan batu bata merah. Misalnya pada dinding. Oleh karena itu, diperlukan plesteran yang cukup tebal untuk menghasilkan dinding yang rata. Hal ini juga membuat proses pengerjaan dinding menjadi lebih lama.
2. Batu Bata Batako
Secara umum, batu bata batako terbuat dari campuran semen dan pasir kasar yang dicetak atau dipres. Konstruksi bangunan yang sering menggunakan batako di antaranya adalah gudang, pagar, dan pos jaga. Jenis batu yang satu ini memiliki ukuran yang relatif besar, menjadikan pemasangannya lebih mudah dan cepat selesai.
Bobot yang lebih ringan dibandingkan dengan bata merah menjadikan batako cocok digunakan untuk bangunan yang memiliki lebih dari dua lantai, seperti ruko. Batu bata batako juga memiliki rongga, sehingga pemasangannya relatif lebih cepat dibanding menggunakan jenis lainnya.
Penggunaan batu bata batako ini juga cocok digunakan untuk dinding bagian luar rumah karena sifatnya yang kuat dan kedap air. Sifatnya yang kedap air cocok untuk melindungi rumah di lingkungan yang dikelilingi banyak air.
Di sisi lain, sifat ini pula yang menjadikan batu bata batako kurang cocok digunakan sebagai tembok rumah di daerah tropis seperti Indonesia. Kenapa? Bahan dari jenis batu ini memiliki sifat menyimpan panas, bukan hal yang mustahil jika kondisi rumah menjadi panas dan pengap. Batako juga rentan terhadap keretakan dan benturan. Selain itu, karena mudah dilubangi, jenis ini termasuk batu bata yang mudah pecah.
3. Batu Bata Hebel
Satu lagi jenis batu bata mulai banyak digunakan di Indonesia, yaitu hebel. Batu bata hebel sendiri mulai populer penggunannya karena di Indonesia, karena pertumbuhan teknologi dan tren industri yang berkembang pesat. Batu bata ringan atau yang biasa disebut bata hebel merupakan produk pabrikan yang dibuat dengan melalui proses kimiawi. Material jenis ini terbuat dari campuran pasir kuarsa, semen, kapur, gypsum, air dan almunium pasta sebagai bahan pengembangnya.
Karena proses pencetakannya yang dilakukan di pabrik, ukuran bata jenis ini jauh lebih presisi dan rapi, memudahakan dalam proses pemasangannya. Bata hebel juga sangat baik dalam menyerap panas, sehingga rumah akan terasa jauh lebih sejuk.